Wartapost.com

Inilah Buntut Panjang Kesalahpahaman Antara Ahok Dan Risma

  • Reporter:
  • Sabtu, 13 Agustus 2016 | 18:09
  • / 9 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 189 kali
Inilah Buntut Panjang Kesalahpahaman Antara Ahok Dan Risma
Ahok Tegaskan Tak Berniat Sindir Risma

Wartapost.com – Beberapa waktu lalu, publik dikagetkan dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang sangat kesal terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Risma tidak terima karena Ahok menyebut Surabaya seperti Jakarta Selatan.

Mengenai penyebutan itu, Risma (11/8) menganggap Ahok tidak bicara berdasarkan data, luas Surabaya itu hampir separuh dari DKI Jakarta.

Risma cukup gerang karena Ahok dianggap kerap membanding bandingkan pembangunan ddi Surabaya dan Jakarta Selatan, sebab itu ia harus ikut bicara mengenai hal ini. Hal ini Risma lakukan agar masyarakat Surabaya tidak tersinggung dan melakukan sesuatu terkait ucapan Ahok.

Walikota perempuan pertama Surabaya itu menganggap Ahok membandingkan Surabaya dengan Jakarta Selatan dalam hal luas wilayah. Padahal menurut data, luas wilayah Surabaya adalah 374,8 kilometer persegi dan luas DKI Jakarta itu 661,5 kilometer persegi.

Dilihat dari dana APBD pun jauh berbeda, Surabaya memiliki dana APBD sebesar Rp 7,9 triliun sedangkan DKI Jakarta memiliki Rp 64 triliun.

“Tetapi, kami bisa bangun trotoar, sekolah gratis, kesehatan gratis, bahkan memberi makan orang-orang jompo setiap harinya,” ungkap Risma.

Menurut Risma, Surabaya bisa melakukan itu semua karena wilayahnya menerapkan efisiensi dan manajemen anggaran yang ketat. Hal itu membuat pelayanan masyarakat menjadi lebih optimal.

Awal Kesalahpahaman

Jika dirunut akar kesalahpahaman ini, pernyataan Ahok yang memancing kekesalan Risma ia ucapkan pada Kamis (11/8/2016). Saat itu, Ahok ditanya mengenai pembangunan trotoar di Surabaya yang lebih baik disbanding Jakarta.

Ahok menganggap itu adalah hasil tangan dingin Risma dalam memimpin Surabaya. Ia mengakui itu. Ahok bahkan ingin belajar kepada Risma bagaimana cara pembangunan trotoar hingga menjadi seperti itu.

Menurut Ahok, keberhasilan Risma dalam menata Surabaya tidak lepas dari pengalamannya yang sangat matang dalam hal penataan kota. Risma pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan  Pertamanan Kota Surabaya, Kepala Perencanaan dan Pembangunan Kota Surabaya dan kini menjadi Walikota Surabaya.

10 tahun berpengalaman dalam menata kota membuat Risma sukses membenahi beberpa hal di Surabaya termasuk trotoar. Menurut Ahok, ia butuh waktu lebih lama agar mampu menjadikan trotoar Jakarta menjadi lebih baik seperti Surabaya, ditambah lagi luas wilayah Surabaya itu tidak selebar DKI Jakarta.

“Di Jakarta, ada 2.700 kilometer trotoar yang harus kita bangun. Kasih saya waktu, saya beresin,” kata Ahok.

Selanjutnya Ahok juga mengatakan kalau ia senang jika ada kepala daerah lain yang berani maju pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Dengan begitu, Pilkada DKI memang benar-benar diikuti oleh orang yang memang sudah teruji dan persaingannya pun menjadi lebih mengedepankan adu program dan gagasan. Ahok ingin ketika ada debat cagub dan cawagub nanti, isinya adalah perbandingan kinerja para kepala daerah itu.

“Nah itu persaingan yang sehat, kita akan jelaskan kepada masyarakat, Surabaya itu Cuma Jakarta Selatan. Kalau Jakarta ini bukan hanya Jakarta Selatan ini,masih ada Utara, Pusat, Timur, dan Barat, itu beda gitu lho,” jelas Ahok.

Jika memang ada kepala daerah yang terbukti lebih baik dari dirinya, Ahok rela dan ikhlas melepas Jabatan Gubernur DKI Jakarta.

“Aku dari dulu demen banyak orang bagus yang ikut, kalau ada gubernur yang lebih baik, ya aku boleh pensiun, kan enak juga kan,” kata Ahok.

Perkataan Ahok itulah yang dianggap Risma menyinggung warga Surabaya. Jakarta memang tidak bisa dibandingkan dengan Surabaya dalam hal pembangunan, Surabaya adalah pemerintaha Kota dan Jakarta adalah provinsi.

Inilah Penjelasan Ahok

Menanggapi sikap Risma, Ahok pun bingung. Dia merasa diadu domba dengan Risma. Ahok menganggap media tidak utuh dalam mengambil kutipan perkataannya.

“Gue juga bingung, gara-gara lo, Bu Risma jadi baper (bawa perasaan), marah, gelar konferensi pers, seolah-olah aku diadu domba sama beliau,” ucap Ahok.

Ahok mengatakan tidak pernah membandingkan Surabaya dan DKI Jakarta dalam hal luas wilayah. Menurutnya, ia mengatakan Surabaya hanya sama dengan Jakarta Selatan sebab sama-sama wilayah pemerintahan kota sehingga tidak tepat jika membandingakan pembangunan Jakarta dengan Surabaya.

 

 

 

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional