Wartapost.com

Pandai Membaca Pasar, Bisnis Dompet Untung Ratusan Juta

  • Reporter:
  • Senin, 1 Agustus 2016 | 05:30
  • / 26 Syawal 1437
  • Dibaca : 100 kali
Pandai Membaca Pasar, Bisnis Dompet Untung Ratusan Juta

 

wartapost.com – Adalah sebuah brand lokal bernama “Voyej” yang tengah berkembang pesat di kalangan pemuda tanah air. Brand ini mengusung konsep perjalanan seorang dalam menggunakan barang milikinya setiap hari. Dengan konsep ini, Yoyej berhasil menarik minat costumer di berbagai bidang. Digawangi oleh lima orang pemuda; Lucas, Ivan, Aradea, Yossi dan Andika, usaha mereka kini meraup untung yang cukup besar hingga mencapai ratusan juta dalam sebulan.

Perjalanan brand ini dimulai ketika kelima pemuda itu menggarap tugas akhir kuliah pada tahun 2010. Mereka berlima lalu membaca peluang untuk menjual produk berbahan kulit yang mengunggulkan simplicity, quality dan functionality. Setelah menggodog konsep dengan matang, bagaimana produksinya, outputnya bagaimana, kelima pemuda tersebut akhirnya mulai serius menjalankan bisnisnya pada tahun 2011 dengan total modal sebesar 40 juta rupiah.

Mengusung konsep perjalanan, brand ini dinamakan Voyej yang merupakan misspell dari kata bahasa Inggris voyage yang memiliki padanan kata ‘perjalanan’. Dengan konsep ini, mereka menggunakan bahan baku kulit nabati, yaitu bahan baku kulit sapi yang telah melalui proses penyamakan nabati. Sedangkan untuk produk yang dibuat, brand voyej  ini menjual barang-barang seperti short wallet (dompet pendek), sabuk, tas, gelang dan berbagai aksesoris lainnya yang berbahan kulit nabati. Keungulan lain dari brand ini adalah seluruh barang yang diproduksi, dibuat dengan manual atau handmade.

Ardea, salah satu pendiri Voyej mengatakan, “semua proses nya dibuat dengan tangan atau handmade. Barang-barang yang diproduksi semuanya dikerjakan oleh orang yang biasa menjahit dompet dengan tangan.”

Alasan utama kelima pemuda itu berani menjalankan usaha mereka adalah asih terbukanya peluang untuk menjual barang-barang berbahan leather goods atau bahan kulit bagus pada saat itu. Mereka menggunakan kulit nabati (raw materials) yang sebagian banyak diimpor dari Amerika. Voyej memilih short wallet (dompet pendek) sebagai produk utama (signature product) mereka.

Aradea juga menjelaskan bagaiman mereka membaca pasar di Indonesia, “ Kalau di Indonesia tahun 2010, bisnis semacam ini dapat dibilang masih baru. Namun jika melihat ke luar negeri, bisnis semacam ini sudah dimulai puluhan tahun lalu di Amerika dan Jepang. Berdasar itu, kami berpikir bahwa terdapat peluang usaha yang cukup lebar, selai itu, pada tahun 2010 juga belum ada brand lokal yang memproduksi barang seperti ini. Mungkin ada brand lokal yang membuat barang seperti ini namun, mereka masih mematok harga yang cukup tinggi untuk wilayah Indonesia serta desain yang dihasilkan pun masih cukup ribet. Jadi, kami hadir dengan produk yang lebih simple, funsional dengan harga yang lebih terjangkau serta tidak mengurangi kulatitas barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “

Untuk mengelemtasikan kosep perjalanan tersbut, Andrea juga menjelaskan bahwa kebutuhan dan kegiatan orang berbeda-beda. Hal tersebut yang mereka jadikan pijakan untuk memproduksi desain barang. Jika mahasiswa yang banyak melakukan kegiatan outdoor maka akan didesain barang dengan warna yang lebih gelap/dekil. Sedangkan untuk orang kantoran, barang akan didesain lebih bersih dan elegan. Cerita itu lah yang membuat Voyej memiliki keunikan tersendiri.

Selama lima tahun berjalan, Voyej memang mengincar pasar usia 18-25 tahun dengan segmentasi ekonomi menengah keatas. Sedangkan dalam hal pemasaran mereka menerapakan system langsung dan tidak langsung.

"Like" dan dapatkan berita terbaru dari kami


Untuk medapatakan produk Voyej, masyarakat dapat membelinya melalui website (Voyejstore.com) atau di flagship store yang berkolaborasi dengan brand lainnya di Jakarta. Voyej sendiri saat ini telah terkenal di beberapa kota di Indonesia bahkan sudah mencapai wilayah internasional yaitu di Singapura, Malaysia sampai hongkong.

Untuk tingkat pendapatannya, Andrea mengatakan bahwa saat ini mereka telah mampu meraih omset hingga sepuluh kali lipat. Untuk produk utama mereka, mereka mampu memproduksi sekitar 300 buah/bulan. Untuk harga, produk dompet dibandrol Rp. 529.000 hingga Rp. 2. 499.000 sedangkan produk selain dompet dijual dari harga Rp.89.000 sampai Rp. 3. 299.000.

Walaupun berkembang cukup pesat, usaha ini bukan tidak menemui kendala. Kekurangan stok bahan adalah kendala utama mereka. Bahan yang hanya diimpor dari  Amerika Serikat membuat produksi barang relative lama. Selain itu, naiknya nilai dollar juga sangat berpengaruh pada nilai produksi usaha ini karena mereka tidak ingin menaikkan harga barang mereka. 

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional