Wartapost.com

Masih Baca Komik Cetak Atau Lebih Suka Komik Digital?

  • Reporter:
  • Senin, 15 Agustus 2016 | 07:29
  • / 11 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 113 kali
Masih Baca Komik Cetak Atau Lebih Suka Komik Digital?
Komik digital di Smartphone

Wartapost.com – Tak dapat dipungkiri, perkembangan teknologi kian hari kian cepat. Hal ini tentunya membawa dampak bagi kebiasaan manusia baik positif atau negatif. Dampak itu pun sudah merambah pada kesenangan atau hobi seperti membaca komik. 

Saat ini komik  tidak lagi hadir dalam bentuk cetak melainkan juga dalam format digital. Hanya dengan modal ponsel pintar dan koneksi internet, Anda sudah bisa bebas memilih jenis komik apa yang ingin dibaca dengan sangat mudah.

Keadaan ini sangat berbeda dengan saat membaca komik cetak. Disadari atau tidak, penggemar komik cetak secara perlahan mulai pindah ke komik digital yang lebih mudah dan praktis. Namun, apakah dengan hal ini komik digital sudah kalahkan komik cetak?

Kom Jun Koo, salah satu pencetus platform komik digital “Line Webtoon” tidak mengatakan demikian. Menurutnya, kehadiran komik digital adalah untuk mendukung komik cetak. Di Korea Selatan, komik digital tengah muncul dan berkembang pesat.

Pada konferesi pers Webtoon di Pop Con 2016 pada Jumat (12/8) di Senayan, Kim Jun Koo menjelaskan awal mula berkembangnya komik digital. “Komik digital ini muncul di tahun 2004. Saat itu kondisi komik cetak di Korea Selatan sedang mengalami masa sulit,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa salah satu alasan terbesarnya untuk membuat platform komik digital adalah untuk mempertemukan para pecinta komik dan keatornya. Menurutnya juga komik cetak dan digital saling bersinergi.

Salah satu komikus Indonesia yang hadir pada acara itu, Faza Ibnu Ubaidillah kreator ‘Si Juki’ mengatakan bahwa kehadiran komik digital adalah untuk melengkapi komik cetak. Kebangkitan komik Indonesia juga berkat adanya komik digital yang cepat berkembang melalui sosial media serta internet. Hal itu menurutnya membuat setiap bulannya mucul komikus baru di tanah air.

“Intinya komik digital itu membantu komik cetak, nyatanya generasi saat ini masih juga membaca komik cetak, mereka pun juga suka dengan komik digital,” ucap Faza.

Baik dan Jun Koo dan Faza sama mengungkapkan bahwa komik digital dan komik cetak itu saling melengkapi. Kondisi komik cetak yang sempat dikatakan ‘mati suri’ akan kembali dengan hadirnya komik digital. Hal ini dimungkinkan karena ketika antusiasme komik digital naik maka komik itu bisa diterbitkan dalam bentuk cetaknya.

Keadaan seperti itu sebenarnya sudah terjadi di Korea Selatan, beberapa komk dari ‘Webtoon’ yang laris dibaca telah diproduksi dalam bentuk cetak. Tidak cuma dicetak, komik-komik itu pun banyak yang dibuat drama atau filmnya.

"Like" dan dapatkan berita terbaru dari kami


Menurut Jun Koo, potensi komik digital masih sangat besar. Baik komikus besar maupun komikus kecil yang sebelumnya terkendala dana untuk  menerbitkan komiknya saat ini bisa terjun ke komik digital.

Berdasarkan data dari Line Webtoon pada April 2015. Indonesia menempati peringkat pertama terbanyak pembca komik digital. Dibandingkan dengan pembaca komik di negara lain Indonesia memiliki 6 juta pembaca komik digital aktif.

Oleh sebab itu, Webtoon berniat untuk mendukung talenta lokal Indonesia untuk terus berkembang dan maju.    

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional