Wartapost.com

Ahok Jadi Tersangka Penistaan Agama, Media Asing Ramai-ramai Memberitakannya. Seperti ini Isi Beritanya

  • Reporter:
  • Kamis, 17 November 2016 | 06:56
  • / 16 Safar 1438
  • Dibaca : 117 kali
Ahok Jadi Tersangka Penistaan Agama, Media Asing Ramai-ramai Memberitakannya. Seperti ini Isi Beritanya
Media Asing Ramai Memberitakan Ahok

WARTAPOST.com – Kasus yang menjerat Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama atau sering di panggil Ahok terkait penistaan agama kini kabarnya semakin menyebar luas ke media berita.

Tak hanya media lokal saja , media asing juga diketahui ramai memberitakan tentang kasus penistaan agama ini.

Setelah Ahok dinyatakan menjadi tersangka kasus penistaan agama , media asing semakin gencar menyorot berita penistaan agama ini.

Berdasarkan laporan dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, mengatakan jika mereka saat ini sedang meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan dan menetapkan Ahok atas kasus penistaan agama.

Dalam berita berjudul “Indonesia police to pursue blasphemy case against capitals Christian governor as tension simmers”, Kantor Berita Reuters dalam terasnya menyebutkan bahwa polisi Indonesia melakukan investigasi atas laporan kelompok muslim mengenai penistaan agama.

partai-pengusung-badja_20161116_212442

Penistaan agama itu dilakukan oleh calon gubernur petahana beragama Kristen itu di tengah meningkatnya ketegangan agama dan etnis di negara mayoritas muslim terbesar di dunia tersebut.

Kasus penistaan agama ini memang bukan kasus yang biasa apalagi dilakukan oleh seorang politikus ibu kota. Kasus penistaan agama ini memicu protes lebih lanjut oleh sebagian umat Islam terhadap Ahok dan juga terhadap Presiden Joko Widodo yang dianggap sebagai pendukung utama gubernur beretnis Tionghoa itu.

Ada beberapa media asing yang ramai memberitakan kasus penistaan oleh Ahok ini. Seperti yang dilansir dari Tribunnews.com, inilah dia diantaranya :

1. New York Times

Salah satu media asing yang ramai memberitakan kasus penistaan agama oleh Ahok yakni New York Times.

Baru – baru ini laman The New York Times menurunkan laporan berjudul “Indonesia Says Jakartas Christian Governor is Suspected of Blasphemy” yang artinya Indonesia berada dalam kekacauan setelah kepolisian nasional setempat menetapkan calon gubernur beragama Kristen tersebut sebagai tersangka penistaan agama dengan mengutip Al Quran.

Selain itu, laman tersebut melaporkan bahwa kelompok Islam menentang Ahok yang beretnis Indonesia-China dan sekutu politik Presiden Jokowi menggelar aksi massa pada 4 November 2016 yang berakhir dengan kekerasan hingga menewaskan satu orang dan melukai ratusan.

Saat itu, para pengunjuk rasa membakar sejumlah kendaraan dan bentrok dengan petugas kepolisian.

The New York Times juga mengutip pernyataan Sekretaris Umum Indonesian Committee of Religions for Peace (ICRP) Theophilus Bela yang percaya kepada pihak kepolisian dalam menetapkan Ahok sebagai tersangka itu mencegah aksi unjuk rasa kelompok Islam pada bulan ini.

“Saya pikir itu tindakan bijaksana pihak kepolisian. Publik akan melihat dia tersangka dan akan dimintai keterangan untuk mencegah unjuk rasa massa besar lainnya yang memusingkan polisi. Tapi dia tidak bersalah dan di depan pengadilan, dia akan menyampaikan pembelaannya. Hal itu merupakan langkah terakhir dan dia akan terus berkampanye,” demikian kata Bela sebagaimana dikutip laman yang bermarkas di New York tersebut.

2. ABC NEWS

Sementara media asing ABC News juga ikut memberitakan kasus penistaan Ahok. Dalam laporannya yang berjudul “Jakarta Governor Ahok suspect in blasphemy case, Indonesian police say” yang artinya Gubernur Jakarta sebagai tersangka dalam kasus penistaan itu tidak lama lagi akan menghadapi persidangan di pengadilan.

ABC News yang merupakan media Australia juga menurunkan laporan bahwa aksi unjuk rasa menentang Ahok yang berakhir dengan kekerasan itu telah membuat Presiden Jokowi terpaksa menunda kunjungannya ke negeri kanguru tersebut.

ABC News dalam laporan yang dilengkapi foto bergambar aksi unjuk rasa menuntut pemenjaraan Ahok tersebut mengutip pernyataan calon petahana yang menuduh para penentangnya memiliki motivasi politik tertentu.

Sementara dalam wawancara eksklusif dengan ABC News, Ahok menuduh kelompok Islam garis keras yang melakukan aksi di Jakarta pada 4 November memiliki motivasi politik. Dia menyebutkan para pengunjuk rasa menerima uang Rp 500.000 untuk bergabung dalam aksi tersebut.

“Saya ingin ke pengadilan untuk membuktikan bahwa kasus ini politis bukan hukum,” ujarnya kepada media tersebut.

Ahok populer di kalangan Muslim moderat di Ibu Kota Indonesia itu dan dikenal karena sikap antikorupsinya, menggusur daerah kumuh, dan berupaya untuk mengatasi kekurangan infrastruktur yang sangat kacau, demikian laporan tersebut.

Al Jazeera Singgung Gelar Perkara

"Like" dan dapatkan berita terbaru dari kami


Dan media asing yang juga ramai memberitakan soal kasus penistaan agama terhadap tersangka Ahok diantaranya media barat Aljazeera yang baru – baru ini menurunkan berita utama berjudul “Jakartas governor named suspect in blasphemy case” yang dalam laporannya membahas demonstrasi yang terjadi pada tanggal 4 November lalu.

Media asing yang berpusat di Qatar ini menilai pihak kepolisian di Indonesia sangat berhati-hati dalam menangani kasus penistaan agama yang menyeret gubernur Jakarta nonaktif itu. Selain itu, ada beberapa berita yang dinilai menyinggung perdebatan gelar perkara yang dilakukan pihak kepolisian secara terbuka dan tertutup tersebut.

Aljazeera menyebutkan bahwa penetapan seseorang menjadi tersangka merupakan langkah formal dalam sistem hukum di Indonesia yang berarti pemerintah percaya bahwa mereka memiliki cukup bukti awal untuk mempertimbangkan pengajuan tuntutan terhadap seseorang kepada pihak pengadilan.

Tak hanya itu saja, media asing Aljazeera juga menjelaskan bahwa Ahok telah meminta maaf atas pernyataannya saat bertemu warganya di Kepulauan Seribu pada bulan September lalu yang mengkritik rival politiknya karena menggunakan Surat Al Maidah ayat 51 untuk tujuan politis.

Nah, jika sudah Indonesia bisa saja dinilai tidak baik dalam demonstrasi ya guys.

Bagaimana menurut komentar kamu ?

sumber: Palingseru.com

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional