Wartapost.com

Kisah Awal Pertemuan Tantowi Ahmad dan Liliyana Natsir

  • Reporter:
  • Kamis, 18 Agustus 2016 | 13:09
  • / 14 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 323 kali
Kisah Awal Pertemuan Tantowi Ahmad dan Liliyana Natsir
Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir Berhasil Raih Medali Emas Olimpiade Rio 2016

Wartapost.com – Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir sukses memberikan kado kemerdekaan RI ke-71 dengan sumbangan medali emas di ajang Olimpiade Rio 2016. Selain itu, mereka juga meneruskan tradisi emas di ajang Olimpiade sejak 1992 yang sempat terputus di Olimpiade London 2012. Keberhasilan mereka ini merupakan buah dari perjalanan panjang pasangan ini sejak pertama kali berduet enam tahun lalu.

Bertemunya Owi/Butet (panggilan Antowi Ahmad/Liliyana Natsir) di kelas ganda campuran dimulai pada pertengahan tahun 2010. Saat itu pelatih ganda campuran Indonesia, Richard Mainaky menganggap Nova Widianto (pasangan Butet sebelumnya) sudah tidak mampu bertahan di level atas bulutangkis dan bertanding di Olimpiade 2012. Untuk itu, Butet harus dicarikan pasangan baru yang tepat.

Ada dua kandidat yang diharapkan mampu mendampingi Butet yang saat itu sudah punya nama besar. Mereka adalah Tantowi Ahmad dan Devin Lahardi. Menurut Ricard Mainaky, baik Tantowi maupun Devin memiliki kemampuan yang cukup setara. Oleh sebab itu, Ricard Mainaky pun membuka kompetisi untuk keduanya dengan sama diberikan kesempatan untuk berduet dengan Liliyana Natsir.

Kesempatan lebih dulu diperoleh Davin untuk berduet dengan Liliyana Natsir pada Malaysia GPG, dan mereka mampu berhasil memperoleh gelar juara. Kemenangan itu membuat Tantowi semakin berat untuk bisa disandingkan dengan Liliyana.

Tantowi pun harus menunjukan performa lebih baik untuk memikat hati Richard Mainaky. Kesempatan yang diterima Tantowi untuk berduet dengan Liliyana adalah pada ajang Makau GPG.

Benar saja, duet Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil menjuarai Makau GPG. Mereka menang dengan baik melawan Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa, 21-14, 21-18.

Mengenai kemenangan itu Richard mengatakan, “Saya melihat Tantowi memiliki rasa percaya diri yang lebih walaupun diduetkan dengan pemain senior. Hal itu juga yang ia lihatkan saat bersama Gresyia Polii di Indonesia Terbuka. Saya berharap hal itu juga dapat ia tunjukan saat berpasangan dengan Liliyana.”

Setelah kemenangan di Makau GPG, Richard Mainaky pun kerap menerjunkan pasangan baru ini, Setelahnya mereka tampil di Taiwan GPG, Indonesia GPG, dan Hongkong Super Series.

Untuk menghadapi Asian Games 2010, awalnya Richard tidak merencanakan duet Tantowi/Liliyana, namun setelah melihat performa mereka sebelumnya, akhirnya Richard pun lebih memilih menurunkan pasangan Tantowi/Liliyana dibandingakan Nova/Liliyana di Asian Games 2010.

Richard menggap saat itu adalah moment yang tepat untuk menurunkan Tantowi/Liliyana. Dengan tampil di Asian Games, mereka akan memiliki bekal untuk tampil di berbagai tunament sebelum didapuk untuk mewakili Indonesia di Olimpiade London 2012.

Walaupun penampilan mereka harus terhenti di babak awal Asian Games 2010, duet Tantowi/Liliyana resmi menjadi pasangan baru pelatnas sejak 2011.

Mengenai pasangan barunya, Tantowi mengaku lebih percaya diri saat bertanding.

“Setelah berpasangan dengan Liliyana, saya merasa makin percaya diri setiap masuk lapangan. Semoga hal ini bisa terus berlnjut di masa depan,” kata Tantowi saat itu.

Prestasi pertama keduanya sejak resmi menjadi pasangan pelatnas adalah ketika berhasil meraih medali perunggun Kejuaraan Dunia pada 2011, lalu memperoleh gelar pada ajang All England pada awal 2012.

Sayangnya, keberhasilan Tantowi/Liliyana tidak berlanjut di ajang Olimpiade London 2012. Mereka kalah di babak semifinal. Saat itu Indonesia tidak memperoleh satu pun medali di cabang bulutangkis.

Gagal di Olimpiade London, mereka kemudian lebih focus untuk menghadapi Olimpiade Rio tahun ini. Penampilan keduanya pun semakin baik di dua tahun awal yaitu 2013 dan 2014, namun penampilan mereka sedikit menurun di akhir tahun 2014 dan semakin merosot sepanjang 2015 dan awal 2016.

 

Terlepas dari semu itu, Tantowi/Liliyana ternyata mampu membuktikan kehebatannya dengan raihan medali emas di Olimpiade Rio tahun ini. Hal ini akan membuat mereka masuk di jajaran legenda bulu tangkis Indonesia peraih medali emas Olimpiade seperti Alan Budikusuma, Susi Susanti, Richard Mainaky, Markis Kido, Hendra Setiawan, dan Taufik Hidayat.  

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional