Wartapost.com

Ada Kaitan Gempa Aceh 6,5 SR dengan Tsunami 2004?

  • Reporter:
  • Kamis, 8 Desember 2016 | 07:57
  • / 8 Rabiul Uula 1438
  • Dibaca : 83 kali
Ada Kaitan Gempa Aceh 6,5 SR dengan Tsunami 2004?
Kaitan Gempat Aceh dan Tsunami 2004

WARTAPOST.com – Belum lama ini Aceh dilanda gempa dengan kekuatan 6,5 skala Richter yang terjadi pada Rabu 7 Desember 2016 pukul 05.03 WIB. Beberapa bangunan dan toko roboh, tiang listrik tumbang sehingga terjadi pemadaman listrik, sebuah masjid tak sanggup menahan kuatnya gempa yang mengguncang sekitar 15 detik.

Masyarakat di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Pidie panik dan berhamburan keluar rumah, sempat mengira gelombang gergasi akan menyusul datang — tak lama kemudian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan lindu yang terjadi tak akan memicu tsunami.

Gempa pagi ini juga merenggut korban jiwa. Setidaknya 20 warga meninggal dunia akibat musibah tersebut. Lindu 6,5 SR membangkitkan kembali ‘hantu’ tsunami Aceh 2004.

Apakah ada kaitannya gempa Aceh 6,5 SR dengan tsunami Aceh 2004?

Kepala Badan Geologi Ego Syahrial mengatakan, gempa yang terjadi hari ini disebabkan aktivitas sesar aktif di daerah Samalanga. Mekanisme sesar tersebut berarah ke timur laut-barat daya.

Ego menjelaskan, kondisi geologi daerah terdekat pusat gempa tersebut memang disusun batuan berumur kuarter dan batuan sedimen berumur tersier — yang sebagian telah mengalami pelapukan.

Sementara, tsunami Aceh terjadi setelah gempa bumi di bawah laut, sekitar 100 kilometer sebelah barat pantai Sumatra terjadi pukul 07.59 waktu setempat.

Masjid yang masih berdiri ditempa tsunami di Aceh. (foto: ABC.net)

Pusat gempa kala itu ada pada kedalaman sekitar 30 kilometer di bawah dasar laut. Ada dua lempeng kontinental yang bertumbukan.

Tekanan-tekanan hebat kemudian menyebabkan salah satu lempeng bergeser ke bawah lempeng yang lain. Itu yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004, pada garis sepanjang 1.000 kilometer. Gempa bumi yang diakibatkan berlangsung sampai 10 menit — bukan hitungan detik seperti biasanya. 

Dihubungi terpisah, ahli geologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Danny Hilman Natawijaya mengatakan, secara langsung tak ada kaitan antara gempa hari ini dengan bencana katastropik tsunami Aceh 2004 yang menewaskan lebih dari 200 ribu orang.

Danny mengatakan, gempa 6,5 SR hari ini berasal dari sesar darat yang menuju ke laut.

“Sesar adalah patahan atau rekahan besar yang membelah permukaan Bumi. Ada yang besar atau kecil, cepat dan pelan,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (7/12/2016).

“Gempa hari ini termasuk (sesar) yang lokal, tidak begitu besar, dan gempa tak terjadi terlalu cepat.”

Danny menambahkan, di sesar Samalanga sebelumnya pernah terjadi sejumlah lindu yang kuat dirasakan di Pidie. “Pada 1967 gempanya persis dengan yang terjadi hari ini. Sementara pada 1942 lebih besar sekitar 6,8 skala Richter.”

Sesar lokal di patahan gempa, menurut Danny Hilman, merupakan percabangan kecil dari Sesar Sumatera.

Penelusuran Liputan6.com, sesar Sumatera terbentuk akibat interaksi pertemuan lempeng di Samudera Hindia, yang membentang disebelah barat Sumatera hingga ke selatan Jawa dan Bali dimana Lempeng Indo-Australia menghujam lempeng benua Eurasia.

Danny menambahkan, banyak sekali jalur-jalur gempa di Sumatera dan Aceh khususnya, yang bisa dibedakan menjadi dua.

“Pertama, di laut, di sesar megathrust. Dan darat di Sumatera, yang melewati Banda Aceh dan Pulau Weh.”

Ilmuwan yang mendapatkan gelar doktor dari California Intitute of Technology tersebut kembali menegaskan, tak ada kaitan langsung antara gempa Aceh 6,5 SR dengan tsunami dahsyat yang dipicu gempa 9,1 SR pada 26 Desember 2004.

Meski demikian, bukan berarti tak ada ‘benang merahnya’. Menurut Danny, gempa kian sering terjadi pasca-tahun 2004.

“Gempa Aceh 2004 menaikkan stres (tekanan). Seperti kita, Bumi juga bisa stres. Gempa besar menaikkan level stres. Namun, tak ada kaitan langsung,” tambah dia.

Masih Ada Gempa Membayangi?

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Lanjut Baca → 1 2

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional