Wartapost.com

3 Fakta Pesawat Air Force One dan ‘Penolakan’ Donald Trump

  • Reporter:
  • Kamis, 8 Desember 2016 | 20:01
  • / 8 Rabiul Uula 1438
  • Dibaca : 176 kali
3 Fakta Pesawat Air Force One dan ‘Penolakan’ Donald Trump
Pesawat Air Forca One

WARTAPOST.com – Sudah waktunya Presiden Amerika Serikat yang baru saat ini memiliki pesawat baru juga — seperti itu pernyataan pihak pemerintah. Oleh karna itu pemerintah AS memesan sebuah Boeing 747 untuk disulap jadi Air Force One yang merupakan transportasi udara bagi orang nomor wahid di Amerika Serikat.

Bukannya girang, Presiden ke-45 AS, Donald Trump justru menentangnya. Kata dia, harga pemesanan kapal terbang pabrikan Boeing itu kelewat mahal.

“Boeing tengah membangun sebuah Air Force One 747 untuk presiden berikutnya, namun harganya di luar kontrol, lebih dari US$ 4 miliar. Batalkan pesanan!,” cuit Trump melalui media sosial Twitter seperti dikutip dari The New York Times.

“Program Air Force One ini akan bernilai lebih dari US$ 4 miliar. Dan menurutku ini konyol. Aku pikir Boeing menaikkan angkanya. Kita ingin Boeing menghasilkan banyak uang, tapi tidak sebanyak itu juga,” kata Trump.

Meski sang miliarder nyentrik menilai, harga sebesar itu ‘konyol’, lainnya berpendapat berbeda. “Kau bisa menggantungkan mesin-mesin baru, menjejalkan segala macam teknologi baru, namun itu (Air Force One) adalah pesawat yang sangat tua,” kata Joseph W Hagin, mantan Wakil Kepala Staf Gedung Putih kepada New York Times.

Pesawat Kepresidenan AS dibangun pada saat mesin faks di dalam pesawat masih dianggap sebuah terobosan. Dan mungkin Donald Trump tak sadar, segala teknologi canggih — termasuk yang berfungsi melindungi nyawa orang nomor satu di AS itu — sama sekali tak murah.

Dari luar, Air Force One baru — yang sejatinya adalah dua pesawat terbang yang identik — akan mempertahankan warga ikoniknya, biru dan putih. Namun, bagian dalamnya niscaya tak akan bisa dikenali.

Meski sejumlah fitur terbaru Air Force One dirahasiakan, berikut 3 fakta terkait tunggangan kepresidenan AS itu:

1. Keistimewaan Air Force One

Seperti dikutip dari News.com.au, pesawat bermesin ganda (twin jet) tersebut memiliki tinggi setara gedung berlantai enam, memiki tiga tingkat, dan ruang kabin seluas 370 meter persegi.

Air Force One yang dinaiki Presiden Barack Obama memiliki 26 awak dan makan biaya 276.589 dolar Australia untuk sejam perjalanan.

Boeing 747-200 punya daya jelajah 12.550 kilometer. Meski demikian, pesawat tersebut mampu mengisi bahan bakar di udara dan dapat tinggal di atas permukaan tanah tanpa batas waktu.

Empat mesin besarnya mampu memberikan daya dorong semburan jet 56.000 pon dan mampu terbang dengan kecepatan Mach 0.855 atau 1.092 km/jam. Boeing mengklaim, jet pesanan itu adalah yang pesawat penumpang tercepat di dunia.

Presiden AS Barack Obama dan istrinya Michelle saat turun dari pesawat Air Force One setibanya di Bandara Internasional Havana, Kuba, Minggu (20/3). Kunjungan Obama ini yang pertama dilakukan seorang presiden AS sejak 88 tahun lalu. (REUTERS/stringer)

Menurut Gedung Putih, peralatan elektronik di dalam pesawat lah yang paling menantang — yang sulit dilindungi terhadap gelombang elektromagnetik.Peralatan komunikasi canggih yang ada di dalamnya bahkan memungkinkan presiden untuk mengobarkan perang jika Amerika Serikat diserang pihak luar.

Meski impresif, namun Air Force One yang dipakai Obama sudah uzur. Pesawat yang kini masih dipakai itu dipesan pada masa pemerintahan Ronald Reagan, dan mulai digunakan pada masa George HW Bush.

Pada masa itu, adalah hal istimewa memililki akses mesin faks di pesawat. Keberadaan pesawat telepon putih untuk perbincangan rutin, dan pesawat telepon putih warga beige — antara abu-abu dan cokelat — untuk pembicaraan rahasia masih dianggap hal luar biasa.

Namun, teknologi semacam itu kini tak lagi bisa bersaing di era ponsel pintar dan kecanggihan internet.

2. Benteng Pertahanan di Udara

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Lanjut Baca → 1 2 3

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional