Wartapost.com

Begini Kondisi Infrastruktur di Aceh Pascabencana Gempa

  • Reporter:
  • Jumat, 9 Desember 2016 | 11:01
  • / 9 Rabiul Uula 1438
  • Dibaca : 98 kali
Begini Kondisi Infrastruktur di Aceh Pascabencana Gempa
Infrastruktur Aceh Pasca Gempa

WARTAPOST.com – Dampak dari bencana gempa Aceh yang terjadi baru-baru ini banyak sekali, salah satunya yang penting yaitu infrastrktur.Basuki Hadimuljono selaku Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menegaskan  pemerintah akan mengambil langkah untuk memperbaiki infrastruktur yang terdampak bencana gempa bumi di 3 Kabupaten di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, yakni di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya dan Bireuen. 

Hal tersebut dikatakan Basuki usai mengunjungi lokasi bencana di posko induk di Kabupaten Pidie Jaya.

“Tugas Kementerian PUPR mencakup penanganan tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi. Kami sudah mengirim beberapa unit pemecah beton, excavator, loader dan dump truck untuk kedaruratan,” tutur Menteri Basuki dalam keterangannya, Jumat (9/12/2016).

Basuki menambahkan, untuk infrastruktur jalan nasional yang rusak, pecah dan amblas, sepanjang lebih kurang 10 kilometer (km) di beberapa spot di Kabupaten Pidie Jaya, antara lain di Pante Raja dan Lueng Putu, pihaknya sudah melakukan penanganan sementara berupa pengisian agregat.

Kondisi jembatan seluruhnya fungsional hanya terjadi penurunan jalan pendekat (oprit) pada 7 jembatan, yaitu Pante Raja, Krueng Seuma, Krueng Bie, Lhok Guda, Trieng Gadeng, Beuracan, dan Tutue Ara . “Insya Allah seluruhnya kita bisa tangani segera” ,tambah dia.

Menteri Basuki mengatakan, di beberapa lokasi, sumur  dangkal di kawasan permukiman ada yang ‘menghilang’ untuk itu Kementerian PUPR akan memanfaatkan Instalasi Pengolahan Air (IPA)  terdekat untuk menjadi sumber air bersih, sedangkan distribusi air bersih akan dilakukan melalui mobil tangki kapasitas 6000 liter sebanyak 4 unit dan 4.000 liter sebanyak 5 unit yang semua sudah siap difungsikan mulai petang ini.

“Kita akan pastikan juga bahwa fasilitas MCK knockdown sebanyak 80 unit sudah fungsional untuk melayani warga” ujar dia.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Basuki mengidentifikasi bahwa Aceh sebagai daerah rawan gempa membutuhkan bangunan tahan gempa seperti RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) yang sudah teruji kualitasnya.

“Aceh sebagai daerah rawan gempa perlu memiliki building code dengan bangunan tahan gempa seperti RISHA. Lebih baik, lebih aman, dan lebih nyaman. Di lapangan kita lihat ada yang rubuh dan tidak, ini masalah kualitas bangunan”, tutur Menteri Basuki.

sumber: liputan6.com

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional