Wartapost.com

Alasan Forum Kampung Kota Tolak Ahok Maju Pilkada DKI 2017

  • Reporter:
  • Sabtu, 20 Agustus 2016 | 08:53
  • / 16 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 154 kali
Alasan Forum Kampung Kota Tolak Ahok Maju Pilkada DKI 2017
Forum Kampung Kota menyebut kebijakan Ahok kerap merugikan warga miskin DKI Jakarta

Wartapost.com – Beberapa aktifis dan akademisi melaui surat terbuka mendesak Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputeri untuk tidak mendukung Ahok dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta mendatang.

Salah satu penggalan dari surat terbuka itu menyebutkan secara khusus agar PDI Perjuangan tidak mengusung Ahok dalam Pilkada nanti,”Kami meyakini tak ada basis moral dan ideology yang bisa dijadikan PDI Perjuangan untuk mendukung pencalonannya (Ahok). Demokrasi, keadilan, dan keberpihakan pada kaum marhaen adalah ideologi PDI Perjuangan yang tidak dapat ditemukan dalam kandidat ini,”

Tidak main-main, surat terbuka itu telah ditandatangani oleh banyak aktifis dan akademisi seperti sosiolog Tamrin Amal Tamogola, sejarawan JJ Rizal, Sekjen Konsorium Pembaruan Agraria Iwan Nurdin dan Sandyawan Sumardi selaku Pekerja Kemanusiaan.

Dalam surat terbuka itu, terlihat ada 40 tanda tangan aktifis dan akademisi. Hal ini juga dikonfirmasi oleh Iwan Nurdin. Ia mengatakan, “Benar, saya tergabung dalam Forum Kampung Kota dan ikut serta menandatanganinya.”

Walupun Forum Kampung Kota tidak menyebutkan siapa nama yang pantas untuk maju menjadi kandidat terbaik pada Pilkada DKI Jakarta 2017, mereka dengan gambling menjelaskan alasan mereka menolak Ahok.

Sejumlah kebijakan Ahok selama menjabat Gubernur DKI Jakarta menjadi alasan utama mereka. Forum Kampung Kota menganggap bahwa kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Ahok kerap tidak berpihak kepada rakyat miskin.

Salah satu indikasinya adalah semakin meningginya ketimapangan kemiskinan di DKI Jakarta seperti yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Sensus Ekonomi 2016 mengenai indeks ketimpangan ekonomi atau rasio gini DKI Jakarta.

BPS menyebutkan bahwa rasio gini atau indeks ketimpangan ekonomi DKI Jakarta mengalami peningkatan yaitu dari 0,43 persen di 2014 menjadi 0,46 persen di 2015. Selain itu, data BPS juga menyebut bahwa orang miskin di DKI Jakarta semakin bertambah sejak Spetember 2015 hingga Maret 2016 sebenyak 5.630 orang.

Tidak hanya data dari BPS, Forum Kampung Kota juga menyoroti bagaimana kinerja Ahok yang kerap mengambil kebijakan dengan melakukan penggusuran rumah warga miskin. Dan yang paling disesalkan adalah adanya instrument kekerasan dalam proses penggusuran.

Instrumen kekerasan yang digunakan Ahok dalam melakukan penggusuran adalah melibatkan tentara. Sebanyak 65 kali, TNI terlibat dalam 113 penggusuran atas perintah Ahok.

 

Atas dasar kebijakan-kebijakan yang menyengsarakan rakyat miskin Jakarta itulah, dalam surat terbuka ditulis, “Kebijakan-kebijakan Pemprov DKI Jakarta terus menjauh dari nilai-nilai keadilan bagi warga miskin ibu kota.”

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional