Wartapost.com

Kepala BPS: 12 Paket Kebijakan Ekonomi Belum Berpengaruh Pada Industri Nasional

  • Reporter:
  • Sabtu, 20 Agustus 2016 | 09:36
  • / 16 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 75 kali
Kepala BPS: 12 Paket Kebijakan Ekonomi Belum Berpengaruh Pada Industri Nasional
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin

Wartapost.com – Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin, ia mengatakan bahwa 12 paket kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah ternyata belum cukup berpengaruh terhadap industry. Padahal, serangkaian kebijakan ekonomi ini diambil untuk melakukan pemendekan regulasi sehingga industri cepat tumbuh.

Ketika ditemui di kantornya, Suryamin mengatakan,”Paket kebijakan ekonomi itu seharusnya memberikan dampak positif karena adanya pemendekan proses regulasi dan sebagainya, namun saat ini saya lihat belum ada dampak postif terutama industry besar.”

Menurutnya, penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi nasional adalah dari usaha kecil dan menengah. Bukanlah industry besar seperti yang dikira pemerintah. Hal ini lah yang menjadi pekerjaan pemerintah.

Suryamin mengatakan sektor usaha kecil dan menengah saat ini yang sedang berkembang pesat adalah usaha dagang berbasis elekstronik atau ­e-commerce. Bidang inilah yang ia yakini nantinya akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini dikarenakan usaha ­e-commerce lebih fleksibel dan mampu masuk ke semua ranah kelas usaha, dari yang terbesar, menengah hingga terkecil.

“Jika kita lihat saat ini,  e-commere memang belum memberikan kontribusi besar dalam pertumbuhan jumlah usaha, namun ini merupakan potensi yang besar apalagi jika telah mendapat dukuungan dari pemerintah,” tambah Suryamin.

Oleh sebab itu, Suryamin merekomendasikan tiga kebijakan utama kepada pemerintah untuk mendukung bidang ini yaitu dari sisi perizinan, bantuan pendanaan, dan pemanfaatan teknologi.

“Yang utama dalam pertumbuhan usaha e-commercei adalah perizinan dan pendanaan. Jika hal ini sudah dapat ditangani dengan baik oleh pemerintah, maka e-commerce dapat dengan mudah masuk ke beberapa sector sekaligus sperti perdagangan, industri, bahkan pertainan,” ungkapnya.

Dalam hal pendanaan, Suryamin cukup melihat geliat positif dari pemerintah dengan kebijakan pemberian pinjaman usaha rayat (KUR). Pinajaman ini juga dapat diberikan kepada pengusaha e-commerce.

Sedangkan dalam urusan teknologi, Suryamin berharap terjadinya sinergi antar beberapa kementerian yang dimotori oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menyediakan bantuan teknologi yang dibutuhka pelaku usaha e-commerce.

"Like" dan dapatkan berita terbaru dari kami


Jika pemerintah mampu memaksimalkan potensi e-commerce, maka, menurut Suryamin, buka tidak mungkin akan berpengaruh bagus terhadap pertumbuhan ekonomi hingga menyediakan lapangan pekerjaan. Bahkan mampu mendorong penghasilan dan kesejahteraan rakyat.

 

Dalam Sensus Ekonomi 2016, BPS mencatat, saat ini pelaku usaha di Indonesia berjumlah 26,7 juta. Jumlah ini naik 17,6 persen atau bertambah 7 juta pelaku usaha jika dibandingkan dengan sensus sebelumnya (2006) yang berjumlah 22,7 juta pengusaha.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional