Wartapost.com

‘Bang Poltak’ Ruhut Sitompul Dipecat SBY dari Partai Demokrat?

  • Reporter:
  • Senin, 22 Agustus 2016 | 07:49
  • / 18 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 169 kali
‘Bang Poltak’ Ruhut Sitompul Dipecat SBY dari Partai Demokrat?
Ruhut Sitompul diberhentikan sebagai Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat oleh SBY melalui SMS

Wartapost.com – Ketua Umum Partai Demkrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui pesan singkat (SMS) memberikan perintah kepada Ruhut Sitompul untuk non aktif sebagai Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat.

Berikut pesan singkat SBY kepada Ruhut Sitompul yang terdiri dari empat butir.

1. Saya mengikuti dinamika perpolitikan dewasa ini dan saya nilai saudara benar-benar tidak mengikuti kebijakan dan garis partai terutama Ketum PD (Partai Demokrat), karena pernyataan-pernyataan yang saudara keluarkan tidak mencerminkan posisi PD dan garis saya selaku Ketum PD.

2. Sudah cukup sering saya berikan peringatan terhadap pernyataan saudara, tetapi tidak diindahkan. Terus terang ini sangat merugikan kepentingan PD ke depan.

3.Melalui sistem yang belaku di PD, saya mempertimbangkan tindakan yang tepat untuk saudara. Dan untuk sementara saya menonaktifkan kedudukan saudara sebagai koordinator Jubir PD.

4. Untuk diindahkan dan dilaksanakan.

Menanggapi hal itu, Ruhut mengaku tidak dipecat atau diberhentikan dari kepengurusan partai. Ia menganggap bahwa isu pemecatan dirinya disebarkan oleh beberapa orang di sekeliling SBY yang cemburu kepadanya.

Ia menegaskan bahwa jabatannya di Partai Demokrat adalah sebagai Ketua Koordinator Politik Hukum dan Keamanan. Dalam pesan singkat itu, SBY hanya menonaktifkan dirinya dari Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat, padahal posisi itu tidak ada dalam kelembagaan dan tidak ada dalam struktur kepengurusan partai.

Menurutnya, ada beberapa hal yang membuatnya terlibat dalam “keributan” dengan kader lain dalam internal partai.

Salah satunya adalah ketika Putu Sudiartana tertangkap tangan oleh KPK. Ia berusaha mengingatkan partai terhadap pakta integritas bahwa setiap kader yang terlibat korupsi harus dipecat. Saat itu ia menganggap bahwa kader lain justru merasa dipojokkan oleh KPK.

Ruhut mengkritik partai yang tidak memberikan sanksi tegas kepada Putu. Ia mengatakan, “KPK kan sudah bilang dia tertangkap tangan. Malu dong. Masak slogan partai ‘Katakan tidak pada korupsi’ berubah menjadi ‘Katakan iya pada korupsi’.”

Beberapa perbedaan lain antara dirinya dengan kader partai lain adalah dukungan terhadap Ahok sebagai petahana Gubernur DKI Jakarta. Walaupun Partai Demokrat belum secara resmi mengambil sikap.

"Like" dan dapatkan berita terbaru dari kami


“Ako tetap dukung Ahok, enggak akan berubah,” jelas politikus yang dulunya terkenal sebagai ‘Bang Poltak’.

Mengenai keputusan SBY ini, Ruhut mengatakan jika kecemburuan anggota partai lain semakin meningkat maka bukan tidak mungkin ia akan mengikuti jejak Ahok menjadi tokoh independent non-partai. Ahok dulu keluar dari Partai Gerindra karena merasa makin tidak cocok.

 

“Demokrat bukan partai pertamaku, tapi pertain terakhirku. Tapi kalu lingkungan enggak senang sama aku, aku ingin menjadi tokoh independen seperti Ahok. Tapi saat ini aku masih di Partai Demokrat,” ujar Ruhut via CNNIndonesia.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional