Wartapost.com

Dari Hobi, Usaha Miniatur Pesawat Go Internasional

  • Reporter:
  • Rabu, 3 Agustus 2016 | 08:53
  • / 28 Syawal 1437
  • Dibaca : 207 kali
Dari Hobi, Usaha Miniatur Pesawat Go Internasional
Proses pembuatan miniatur pesawat asal Cimahi

Wartapost.com – Menjalani hobi memang menyenangkan, apalagi jika hal itu menghasilkan. Wah, rasanya hal semacam itu menjadi impian banyak orang. Itulah yang dialami oleh Dede Sopian (47), pengusaha miniature pesawat yang telah go internasional. Laki-laki asal Cimahi ini berhasil meneruskan hobinya membuat miniature pesawat menjadi sebuah bisnis yang cukup menguntungkan. Bahkan untuk melanjutkan  dan  menekuni hobi sekaligus bisnisnya itu, Dede rela keluar dari pekerjaan utamanya.

Mulanya, Dede merupakan salah satu teknisi pesawat maskapai penerbangan. Dunia pesawat seolah telah menjadi ‘makanan’-nya sehari-hari. Dari situlah timbul kecintaanya akan pesawat terbang. Awalnya ia hanya iseng membuat miniature pesawat untuk dirinya sendiri, namun lama-kelamaan banyak orang yang tahu akan hobi yang unik ini.

Pengalamannya mengurusi pesawat terbang bertahun-tahun membuat Dede hafal dengan baik bagaimana bentuk, kerangka dan berbagai model pesawat. Hal itu mebuat Dede dapat dengan baik membuat miniature berbagai jenis pesawat. Hobi yang didasari pengalaman nyata ini mulai di lirik teman dan keluarganya. Pesanan demi pesanan pun mulai berdatangan seiring dengan kepuasan para konsumennya.

Dede tidak pernah belajar khusus bagiamana membuat miniature pesawat. Ia yang merupakan lulusan SMK penerbangan dan sempat bekerja di Bandara Husei Sastranegara, Badung itu mulai usahanya tahun 2007. Sejak itu, setiap hari ada saja yang memesan miniature pesaat fiber glass-nya itu. Para penikmat karya Dede ini berasal dari berbagai kalangan, mulai dari kalangan penyuka pesawat sampai orang biasa yang menjadikannya cendramata.

Dede mengatakan tidak mengunakan strategi pemasaran khusus untuk bisnisnya. Ia mengaku bisnisnya berkembang cepat lewat mulut ke mulut. Selain itu, tidak banyaknya saingan membuat Dede semakin kebanjiran order. Sedari itu, ia mulai memperbanyak produksinya.

Semakin banyaknya permintaan membuat Dede memutuskan untuk keluar dari pekerjaan pada 2015 lalu. Ia memilih bisnis karena ia yakin bisnisnya masih sangat bisa berkembang dan memiliki lebih banyak waktu untuk keluarga. Hal tersebut terbukti dengan masuknya permintaan bukan hanya dari dalam negeri melainkan juga dari luar negeri. Warga asing yang berkunjung ke Indonesia pun juga banyak yang berkunjung  ketempat untuk membeli miniaturnya untuk oleh-oleh.

Beberapa negara yang pernah ia kirimi karyanya adalah Bangladesh dan India, yang terakhir ia mengatakan ada warga Singapura yang datang untuk mebeli miniaturnya. Sedangkan untuk permintaan dalam negeri, Jakarta dan Bandung adalah yang paling banyak memesan.

Semakin banyak permintaan, Dede membuat berbagai macam jenis miniature pesawat dengan berbagai ukuran. Ukuran miniature terkecil yang ia buat sepanjang 8 cm sedangkan untuk yang terpanjang berukuran 1,5 meter.  Sedangkan untuk jenisnya, Dede telah mampu membuat miniature pesawat jenis Sukhoi, Boeing, Jabiru J-430, Piper Warrior, Hercules, ada juga Helicopter dan berbagai jenis pesawat lainnya. Sedangkan untuk harga, Dede menentukan harga miniature pesawatnya berdasarkan ukuran dan tingkat seulitannya. Ia mematok harga dari Rp.50.000 hingga Rp. 17,5 Juta.

Dalam sehari, Dede mampu mengerjakan minimal dua buah miniature pesawat tergantung kesulitan. Sedangkan seminggu ia mampu membuat puluhan pesawat. Dari itu, ia mengatakan mampu meraup oset Rp 10 juta dalam sebulan. Ia menggunakan bahan serat kaca atau fiber glass karena lebih ringan dan kuat.

Salah satu pengalaman yang membuatnya cukup bangga adalah ia diminta untuk membuat miniature pesawat Kepresidenan Indonesia. Walaupun tidak langsung dari istana, Dede mengaku bangga dapat membuat 20 miniatur pesawat yang ditumpangi presiden RI. Keduapuluh pesawat Boeng 737-800 itu dibuat dalam waktu 2 minggu saja.

Dalam hal produksi, Dede mengatakan kalau hal tersulit dalam membuat miniature adalah finishing. Saat finishing ia dituntut dapat mengerjakan detail pesawat sebagaimana nyatanya. Jenis pesawat Twin Otter (pesawat komersil) yang memiliki pelampung dibawahnya untuk medarat di air.

 

 

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional