Wartapost.com

Ubah Kulit Singkong Jadi Bahan Otomotif, Dua Remaja Semarang Dapat Penghargaan di Eropa

  • Reporter:
  • Selasa, 23 Agustus 2016 | 18:52
  • / 19 Djulqa'dah 1437
  • Dibaca : 189 kali
Ubah Kulit Singkong Jadi Bahan Otomotif, Dua Remaja Semarang Dapat Penghargaan di Eropa
(Ilustrasi) Limbah Kulit Singkong

Wartapost.com – Adalah dua remaja asal Semarang, Raafi dan Atin yang sukses meraih penghargaan emas dalam ajang kompetisi penemuan ilmiah di Georgia, Eropa Timur yang diadakan pada April lalu. Inovasi mereka menggunakan limbah kulit singkong berhasil menarik minat para juri.

Tidak main-main, dua remaja ini berhasil mengolah limbah kulit singkong menjadi komposit bahan baku interior pesawat. Mereka adalah Raafi Jaya Sutrisna (Raafi) dan Suprihatin (Atin) yang keduanya masih berusia 17 tahun.

Inovasi yang mereka lakukan berangkat dari banyaknya limbah kulit singkong di sekitar rumah Raafi dan Atin. Oleh sebab itu, mereka berusaha mencari cara agar limbah itu tidak terbuang percuma dan dapat menjadi sesuatu yang lebih berguna.

Pada saat ditemui awak media, Raafi menyebutkan banyaknya limbah kulit singkong yang terbuang percuma seperti yang terjadi di Kabupaten Pati. Disana dalam sebulan limbah singkong dan batang pisang bisa mencapai 10 ton.

“Dari situ kami mencoba melakukan penelitian dengan membaca berbagai jurnal ilmiah online mengenai manfaat limbah singkong dan pisang,” tambah Raafi.

Mereka lalu mulai melakukan percobaan dengan mengolah bahan limbah tersebut menjadi karbon aktif kulit singkong dan serat batang pisang untuk membentuk komposit.

Untuk menghasilkan sebuah komposit seperti yang diinginkan, Raafi dan Atin menghabiskan waktu penelitian selama satu tahun sejak Februari 2015. Dalam proses itu, kedala utama yang mereka alami adalah saat membuat kompositnya.

Menurut Raafi yang saat ini merupakan mahasiswa jurusan Teknik Kimia di Universitas Dipenegoro, sebelum membuat mesin yang mereka rancang sendiri untuk mengaduk bahan secara pelan-pelan, mereka sempat melakukan pengadukan secara manual dan menimbulkan void sehingga kekuatan tariknya menurun.

Selain itu, mereka juga meresa kesulitan dalam hal pengambilan serat karena prosesnya yang manual dan membutuhkan waktu pengendapan selama 10 hari sebelum mulai dicetak.

Penemuan keduanya ini dahulunya sempat diikutkan dalam ajang lomba kelas nasional sperti Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) dan intenasional seperti International Young Inventors Project Olympiad (YIPO). Kedua ajang tersebut juga telah memberikan Raafi dan Atin medali emas.

Bahan Interior Pesawat dan Bumper Mobil

Atin mengatakan komposit yang mereka temukan dapat dijadikan bahan baku interior pesawat bahkan bumper mobil karena memiliki daya tahan yang baik.

Selain itu, yang menjadi keunggulan dari penemuan mereka adalah bahan yang bersifat eco-friendly atau ramah lingkungan.

Selain itu, Raafi menambahkan bahwa komposit yang mereka temukan juga anti api atau tidak mudah terbakar. Oleh sebab itu, inovasi yang mereka temukan memang cocok untuk industry otomotif.

Keduanya berharap apa yang mereka temukan benar-benar dapat diaplikasikan dalam industry otomotif terutama otomotif dalam negeri.

 

Saat ini memang dari pihak pemerintah belum ada yang melirik temuan mereka. Walaupun Raafi mengatakan jika sudah ada perusahaan yang berminat untuk menggunakan temuannya. Namun, keduanya masih menganggap temuan mereka masih berada di tahap awal, keduanya masih ingin melakukan pengembangan pada temuannya agar lebih sempurna.

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional