Wartapost.com

Penyumbang Emas di Tugu Monas Ternyata Kehidupannya Sangat Tragis di Era Orba

  • Reporter:
  • Selasa, 27 Desember 2016 | 13:00
  • / 27 Rabiul Uula 1438
  • Dibaca : 139 kali
Penyumbang Emas di Tugu Monas Ternyata Kehidupannya Sangat Tragis di Era Orba
TUGU MONAS

WARTAPOST.com  – Apakah kalian sudah tahu siapa penyumbang Tugu Monas yang ada di Jakarta?? Tugu yang menjadi sejarah yang ada di Jakarta ini menyimpan banyak cerita.

Bahkan Tugu monas sudah menjadi ikon dari DKI Jakarta sebagai monumen Nasional yang dibangun setinggi 132 meter (433 kaki) .

Dalam sejarahnya , Monumen Nasional atau yang disingkat monas ini didirikan untuk mengenang perlawanan dan para pejuang rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Monumen Nasional ini punya banyak sejarah panjang. Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 di bawah perintah presiden Sukarno, dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.

Salah satu hal istimewa dalam tugu monas ini yakni dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala. Monumen Nasional terletak tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

Dan tahukah kamu , lapisan emas tepat di lambang lidah api yang menyala itu diketahui sebanyak 38 kg emas untuk bisa membentuk lidah api yang diletak kan tepat dipuncak tugu Monumen Nasional (Monas) Jakarta.

Dari 38 kg emas ternyata sekitar 28 kg di antaranya adalah sumbangan dari Teuku Markam , salah seorang saudagar dari Aceh yang pernah sempat menjadi orang terkaya seluruh Indonesia.

Teuku Markam bisa dikatakan sebagai sosok yang paling berpengaruh dari berdirinya Tugu Monas itu. Selain menyumbangkan emas, Teuku Markam ini juga sempat berupaya untuk membebaskan lahan Senayan agar bisa dijadikan pusat olah raga terbesar Indonesia.

Teuku Markam pun lagi – lagi menyumbangkan sejumlah bantuan demi bisa memajukan perekonomian Indonesia di zaman Soekarno.

Selain di zaman Soekarno, karya dari Teuku Markam ini juga sempat membanggakan masayarakat di zaman orba. Dia berhasil mendirikan sebuah monumental atau pembangunan infrastruktur di Aceh dan Jawa Barat. Jalan Medan-Banda Aceh, Bireuen-Takengon, Meulaboh, Tapaktuan dan lain-lain adalah karya lain dari Teuku Markam yang didanai oleh Bank Dunia.

Semua karya Teuku Markam itu tetap terjaga dengan baik sampai saat ini. Selain itu, Teuku Markam  juga pernah memiliki sejumlah kapal, dok kapal di Jakarta, Makassar, Medan, Palembang. Ia pun tercatat sebagai eksportir pertama mobil Toyota Hardtop dari Jepang. Usaha lain adalah mengimpor plat baja, besi beton sampai senjata untuk militer.

Nama Teuku Markam pun dikenal semakin besar dalam bisnis dan perekonomian Indonesia, Teuku Markam pernah disebut-sebut sebagai anggota kabinet bayangan pemerintahan Soekarno kata para orangtua Yang hidup zaman Soekarno .

Peran Markam menjadi runtuh seiring dengan berkuasanya pemerintahan Soeharto. Namun mirisnya , Teuku Markam malah mendapatkan sebuah kasus hingga membuatnya ditahan selama delapan tahun dengan tuduhan terlibat PKI.

Harta kekayaannya diambil alih begitu saja oleh Rezim Orba. Pernah mencoba bangkit sekeluar dari penjara, tapi tidak sempat bertahan lama. Hingga dipenghujung tahun 1985 , Teuku Markam meninggal dunia.

Dan kini, ahli waris Teuku Markam tengah berjuang mengembalikan hak-hak orang tuanya. Sampai sekarang.

Sumber: Inafeed.com

Baca Lebih Lengkap di Halaman Selanjutnya:

Baca Juga:

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional